Showing posts with label Arsitek. Show all posts
Showing posts with label Arsitek. Show all posts

Wednesday, January 4, 2023

Pekerja Konstruktsi : Cara Lapor Pajak Pribadi SPT Tahunan Elektronik (Efiling

 

PEKERJA KONSTRUKSI dan SPT TAHUNAN ELEKTRONIK

(E F I L I N G)

LATAR BELAKANG PEKERJAAN

Pekerjaan setiap tahun adalah pekerjaan kontrak jangka pendek biasanya waktu kontrak mengikuti waktu pekerjaan berjalan atau proyek berjalan. Semua pekerjaan adalah kontrak dalam bidang konstruksi sehingga dalam setahun biasanya terdapat pekerjaan konsultan pada awal tahun dan kontraktor pada pertengahan atau akhir tahun, kadang juga pengawasan dalam 6 atau 8 bulan. Penghasilan yang diterima kebanyakan bukan bulanan, tapi dibayarkan pada akhir pekerjaan/proyek sehingga dalam pengisian pajak diambil penghasilan rata-rata perbulannya.

 

Berikut cara melapor SPT Tahunan Pribadi :

1. Kunjungi alamat situs pajak : https://pajak.go.id/  dengan tampilan seperti gambar di bawah ini kemudian klik kotak kuning kecil tombol  “Login” di sudut kanan atas, atau langsung menuju ke halaman login pada alamat ini : https://djponline.pajak.go.id/account/login

 

Halaman Utama :


Halaman Login :


 

2. Silahkan masukkan Nomor NIK / NPWP, Kata Sandi, Kode Keamanan dan klik tombol “Login” yang tersedia seperti gambar di bawah ini, jika belum memiliki Akun Pajak maka harus dilakukan pendaftaran pengguna baru pada tombol yang tersedia di bawahnya. Setelah sukses login, maka muncul tampilan seperti gambar di bawah ini:

 



Terdapat judul tampilan berjejer : “Arsip SPT”, memperlihatkan daftar SPT Tahunan yang pernah dibuat sebelumnya. Berkasnya bisa  dibuka untuk menyegarkan pikiran atau supaya tidak salah dalam pengisiannya pada 3 tombol “Aksi” di ujung kanan daftar SPT. (lingkaran merah).

 

3.  Untuk melaporkan Pajak Pribadi SPT Tahunan, silahkan menekan tombol : “Buat SPT” dan muncul tampilan seperti di bawah ini :

 


Terdapat 3 pertanyaan untuk menuju isian pajak pribadi, yang pertama adalah :

1. Apakah Anda Menjalankan Usaha atau Pekerjaan Bebas?

Jawabannya adalah : Tidak.

Sebagai pekerja bebas dalam dunia konstruksi terdapat kode KLU 71100 (Jasa Arsitektur dan Teknik Sipil Serta Konsultasi Teknis YBDI) yang menjelaskan pekerjaan jasa dalam dunia konstruksi sehingga tidak bisa disamakan dengan Pekerjaan Bebas dalam pertanyaan ini yang berarti usaha apa saja atau pekerjaan apa saja dalam berbagai bidang.

2. Apakah Anda seorang Suami atau Istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau Pisah Harta (PH)? 

Jawabannya adalah : Tidak. (silahkan pilih “Ya” jika sesuai)

3. Apakah Penghasilan Bruto Yang Anda Peroleh selama setahun Kurang dari 60 Juta Rupiah?

Jawabannya adalah : “Ya”. (silahkan pilih “Tidak” jika sesuai)

Kemudian Tekan Tombol Kuning “SPT 1770 SS”

 

4. Setelah menekan tombol kuning “SPT 1770 SS”, Muncul “Isi Data Formulir” seperti gambar di bawah ini. Karena tahun saat membuat laporan adalah 2023, dan masa pajak yang akan dilapor adalah tahun 2022, maka isiannya adalah tahun “2022” dengan tombol biru “Normal” kalau tidak terdapat kesalahan laporan sebelumnya sehingga harus melakukan pembetulan. Kemudian tekan tombol biru “Selanjutnya” pada sudut kanan bawah


 

5. Berikutnya adalah halaman “Isi SPT” bagian A. Pajak Penghasilan. Sesuai penjabaran pada latar belakang di atas, maka dirata-ratakan penghasilan perbulan adalah 5.000.000 jadi pertahunnya 60.000.000. selebihnya isi sesuai kondisi yang ada. Kemudian tekan tombol biru “Selanjutnya” pada sudut kanan bawah.


Pajak Penghasilan otomatis tertera Nihil.


6. Selanjutnya terdapat bagian B. Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan Yang dikecualikan dari Objek Pajak. Kemudian tekan tombol biru “Selanjutnya” pada sudut kanan bawah.

  

7. Selanjutnya terdapat bagian C. Daftar Harta dan Kewajiban, silahkan diisi sesuai kondisi real atau dikosongkan karena Nihil atau memang belum ada.

 

 

8. Selanjutnya terdapat bagian D. Pernyataan.


9. Selanjutnya adalah HALAMAN “Kirim SPT”. Ambil kode verifikasi pada tombol kuning bertulis “disini”, yang akan dikirimkan pada email atau nomor telepon terdaftar, pastikan server kode yang anda terima sesuai, dan masukkan kode verifikasi pada kolom yang ada, selanjutnya tekan tombol “Kirim SPT”.



Kalau SPT berhasil terkirim maka muncul tampilan seperti di bawah ini (gambar 01), halaman akan otomatis kembali ke Arsip SPT, silahkan lihat BPE (Bukti Penerimaan Elektronik) pada 3 tombol "Aksi" pada bagian kanan daftar SPT (gambar 02, panah merah) atau periksa email laporan BPE yang otomatis terkirim via email.:

Gambar 01
 

Gambar 02 BPE (Bukti Penerimaan Elektronik)

 

Selamat anda telah menyelesaikan laporan SPT Tahunan Pribadi, Selamat bekerja…!

 

 

 


Sunday, October 1, 2017

"Setiap orang adalah arsitek"

Kritik dan Apresiasi Arsitektur
"Setiap orang adalah arsitek"
(Tulisan ini pernah dimuat di Malut Post kolom Opini Rabu 27 Mei 2015)

          Seiring waktu beranjak, seorang anak mulai menyadari pentingnya kebutuhan ruang. Ia perlahan mulai menata kamarnya, merancang dan mengatur perabot beserta isi kamar, membayangkan aktivitas yang akan terjadi ke depan, kemudahan akses barang hingga kemudahan pembersihan kamar agar mendukung setiap aktivitas dan membuahkan kenyamanan dalam ruang privat tersebut sebagai ruang terdekat dalam kesehariannya. Anak tersebut juga segera meminta kritik dan saran dari teman-teman terdekat yang sering berkunjung ke kamarnya.
          Apa yang dilakukan anak di atas adalah refleksi kegiatan dalam proses perencanaan dan perancangan arsitektur, atau kurang lebih seperti itulah aktivitas dalam dunia arsitektur. Setiap orang memiliki hasrat merancang kehidupannya, maka setiap orang patut disebut sebagai arsitek.
          T.A. Markus dalam bukunya Building Performance (Applied science Publisher Ltd. 1972) bahkan mengatakan, jika yang dimaksudkan dengan arsitek adalah mereka yang menciptakan dan merubah lingkungan, maka setiap orang adalah juga seorang arsitek. Dalam pengertian ini berarti semua orang, tanpa kecuali, berhak untuk bicara soal arsitektur. (Prof. Eko Budihardjo, Arsitektur & Kota di Indonesia, PT. Alumni, 1997).
          Saya sepakat dengan pernyataan di atas. Dengan demikian, setiap orang bisa mengkritik kehadiran sebuah karya arsitektur (bangunan) di sekitarnya. Karena arsitektur tidak hanya pada visual yang indah tapi lebih dari pada itu. Arsitektur bermuatan sosial-budaya, sekilas politis, mengandung sejarah dan lain sebagainya. Kritik dan apresiasi arsitektur (disingkat : Kreasi) menjadi indikator nyata kepedulian masyarakat pada lingkungannya. Kepedulian ini pada akhirnya akan masuk pada ranah pembangunan makro, baik arsitektur kota, geliat pembangunan jangka panjang wilayah provinsi hingga pembangunan nasional.
          Prof. Eko juga menuturkan (buku yang sama di atas), dalam cabang-cabang seni yang lain seperti seni drama, tari, lukis, patung dan lain-lain, kritik dan apresiasi terhadap hasil karya si seniman sudah merupakan kegiatan rutin alias sudah cukup membudaya. Akan tetapi tidak demikian halnya dengan bidang arsitektur. Padahal arsitektur termasuk salah satu cabang seni yang unik dan sangat memasyarakat karena tidak bisa dihindari oleh siapapun. Bagi orang yang tidak suka seni drama atau tari, tidak ada keharusan pergi ke teater. Yang benci lukisan atau patung tak bisa dipaksa menontonnya ke sanggar seni. Yang alergi terhadap film tak usah datang ke bioskop. Tetapi siapa yang dapat menghindarkan diri untuk tidak melihat, merasakan, menikmati (atau sebaliknya), dan menggunakan hasil karya arsitektur?
          Berbicara tentang arsitektur adalah berbicara tentang ruang. Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan ruang, paling minimal ruang gerak tubuh seperti jangkauan kedua tangan dan kedua kaki dengan leluasa. Standar ruang gerak mikro inilah yang kemudian dijabarkan dalam skala secara teknis. Kebutuhan manusia akan ruang sangat mempengaruhi kegiatan keseharian, termasuk pengaruh psikologi bahkan pada ruang yang lebih besar mempengaruhi penghuninya secara behavioral-sosial. Dan ruang yang paling dekat dengan kita adalah rumah.
          Bahkan negara memandang pentingnya rumah untuk pembentukan watak dan kepribadian bangsa. Tempat tinggal/rumah adalah ruang sosial mikro yang mempunyai peranan penting, dalam UU RI No. 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman menimbang bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang merupakan kebutuhan dasar manusia, dan yang mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian bangsa sebagai salah satu upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya, berjati diri, mandiri dan produktif.. Dalam ruang sosial mikro tersebutlah setiap individu tumbuh dan menjadi jembatan ke ruang sosial yang lebih besar. Untuk mendukung secara penuh hal-hal di atas maka ruang sosial mikro tersebut harus menjadi baytiy jannatiy alias rumahku adalah surgaku. Dengan sederhana, kita bisa melihat cerita anak di atas untuk menyimpulkan tentang pentingnya kebutuhan manusia terhadap ruang yang melingkupinya, baik lingkungan alami maupun lingkungan buatan.
            Arsitektur (bangunan) dan arsitektur kota (kumpulan bangunan) adalah produk suatu peradaban. Kita telah bisa menakar kemajuan suatu bangsa dari teknologi yang diterapkan pada bangunan-bangunannya, atau tentang cita rasa dalam seni yang diterapkan pada bangunan-bangunannya hingga simbol-simbol filosofis kultural yang tetap menyajikan kenyamanan thermal penggunanya. Kita bisa lihat contoh yang paling dekat yaitu peninggalan benteng-benteng yang dibangun beberapa abad silam, hal tersebut memberi gambaran betapa ramai dan pentingnya Kota Ternate saat itu hingga para penjajah dari berbagai negara memandang perlu menancapkan kuku mereka sedalam-dalamnya.
          Kreasi telah dikumandangkan oleh mendiang Prof. Eko tiga dekade lalu, kami memandang perlunya menyambung tongkat estafet semangat ini sebagai generasi muda. Membudayakan Kreasi adalah mengontrol pembangunan disekitar kita dengan cara akademis dan santun pada ruang-ruang opini media atau ruang-ruang diskusi bersama. Hal tersebut telah banyak diterbitkan Malut Post bersama rubrik opini, merangkum kritik dan apresiasi masyarakat tentang apa saja khususnya pembangunan.
            Berangkat dari kesadaran ruang sosial mikro (tempat tinggal/rumah) hingga kesadaran ruang sosial makro (kumpulan rumah dan lingkungannya/kota), menjadikan kreasi lebih kaya aspirasi, karena kota bukanlah milik walikota tapi milik masyarakat yang hidup di dalamnya. Memang masalah sebuah kota sangat kompleks dan khas, tapi minimal kreasi mampu memberikan informasi pada sebuah program atau proyek perencanaan dan perancangan kota atau sebut saja Perencanaan dari bawah ke atas, dan perlahan menepis Perencanaan dari atas ke bawah. Belum lagi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat  menambah besar tekanan pembangunan.
Satu keuntungan ketertinggalan pembangunan Indonesia bagian timur adalah kita bisa belajar pada kota-kota besar Indonesia khususnya masalah akut perkotaan Ibu Kota Jakarta : sampah dan banjir. Berbagai program percepatan pembangunan tak lantas membuat kita lupa pada efek negatif pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya konsep kota-kota megah negara maju yang belum tentu adaptif pada kondisi geografis, iklim dan suhu di sini.
          Kreasi ini akan menjadi provokatif pada perencanaan pembangunan dari atas ke bawah, tapi sebaliknya akan menjadi masukan yang impresif pada perencanaan yang dimulai dari bawah ke atas. Karena setiap orang adalah arsitek, maka memberikan kreasi (kritik dan apresiasi arsitektur) adalah hal yang wajar, untuk pembangunan yang objektif merangkum seluruh kepentingan demi kesejahteraan bersama.